Corporate Travel

Company Trip ke Luar Negeri: Pilih Destinasi ASEAN & Cara Merencanakannya

Ingin membawa tim company trip ke luar negeri? Panduan ini membantu HR dan corporate planner membandingkan berdasarkan tujuan perjalanan, durasi, kebutuhan tim, dan persiapan operasional.

Conscious TeamTerbit Diperbarui

Rombongan perusahaan melakukan company trip ke luar negeri di kawasan ASEAN

Ketika perusahaan mulai mempertimbangkan company trip ke luar negeri, pertanyaan yang biasanya muncul pertama adalah:

“Enaknya ke negara mana?”

Singapore terasa praktis. Bangkok punya banyak pilihan aktivitas. Vietnam menawarkan pengalaman yang berbeda. Kuala Lumpur relatif dekat dari Jakarta.

Semua bisa menjadi pilihan yang menarik.

Namun untuk perjalanan perusahaan, destinasi sebaiknya tidak dipilih hanya karena populer atau sedang ramai di media sosial.

Ada banyak hal yang ikut menentukan: tujuan perjalanan, jumlah peserta, durasi yang tersedia, jadwal penerbangan, kebutuhan meeting, karakter peserta, pembagian kamar, transportasi di lokasi, sampai urusan paspor dan ketentuan masuk setiap negara.

Trip untuk 25 orang juga punya kebutuhan yang berbeda dengan perjalanan untuk 80 atau 100 orang.

Karena itu, pertanyaan yang lebih berguna bukan hanya:

“Negara mana yang bagus?”

melainkan:

“Destinasi mana yang paling sesuai dengan tujuan perjalanan dan kebutuhan tim kami?”

Artikel ini membahas empat pilihan ASEAN yang relevan untuk keberangkatan dari Jakarta Singapore, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Vietnam sekaligus hal-hal yang perlu disiapkan sebelum perusahaan meminta proposal perjalanan.

Kapan Company Trip ke Luar Negeri Layak Dipilih?

Company trip internasional tidak harus selalu berupa perjalanan panjang atau acara dengan agenda yang padat.

Bagi perusahaan, perjalanan ini biasanya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti employee reward, annual company trip, team bonding, incentive trip, management retreat, meeting yang digabung dengan leisure, atau celebration setelah pencapaian tertentu.

Hal yang perlu dipastikan sejak awal adalah kenapa perjalanan itu dilakukan.

Kalau tujuannya reward, pengalaman peserta dan kualitas waktu bersama biasanya menjadi perhatian utama.

Kalau ada meeting atau management retreat, jadwal tidak bisa diisi penuh dengan sightseeing.

Kalau tujuannya team bonding, program perlu memberi cukup ruang agar peserta benar-benar berinteraksi bukan hanya berpindah dari satu tempat wisata ke tempat berikutnya.

Tujuan perjalanan ini nantinya akan memengaruhi pilihan kota, hotel, transportasi, aktivitas, hingga durasi.

Sebelum Memilih Negara, Tentukan 6 Hal Ini

Sebelum HR, GA, atau tim perusahaan mulai meyusun proposal atau quotation perjalanan, ada enam hal yang sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu.

1. Tujuan perjalanan

Apakah perjalanan ini dibuat sebagai reward, team bonding, retreat, meeting, atau kombinasi beberapa kebutuhan?

Tujuan yang berbeda membutuhkan susunan program yang berbeda.

2. Jumlah dan profil peserta

Jangan berhenti pada pertanyaan berapa jumlah orang yang ikut.

Perhatikan juga:

  • rentang usia;
  • komposisi management dan staff;
  • kebutuhan mobilitas tertentu;
  • kebutuhan makanan;
  • kewarganegaraan peserta;
  • apakah peserta membawa pasangan atau keluarga.

Informasi ini akan memengaruhi pilihan hotel, aktivitas, transportasi, hingga kebutuhan administrasi.

3. Durasi

Berapa hari yang benar-benar tersedia setelah memperhitungkan perjalanan pergi dan pulang dari lokasi asal?

Trip tiga hari bisa cukup untuk satu kota, tetapi mudah terasa padat kalau terlalu banyak kegiatan dimasukkan.

4. Karakter perjalanan

Tentukan pengalaman seperti apa yang ingin dibangun.

Apakah perusahaan menginginkan:

  • city experience;
  • wisata kuliner;
  • resort;
  • budaya;
  • team activity;
  • entertainment;
  • meeting;
  • atau campuran beberapa format?

5. Budget

Budget tidak harus langsung final.

Namun setidaknya perusahaan perlu mempunyai kisaran agar pilihan penerbangan, hotel, kegiatan, transportasi, dan makan bisa diarahkan sejak awal.

6. Seberapa kompleks perjalanan yang siap dikelola

Semakin banyak kota, penerbangan, hotel, aktivitas, dan kebutuhan peserta, semakin besar koordinasinya.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Apa saja yang bisa dimasukkan?”

Tanyakan juga:

“Apa saja yang benar-benar perlu dimasukkan?”

Singapore, Bangkok, Kuala Lumpur, atau Vietnam?

Keempat destinasi ini memiliki karakter yang cukup berbeda.

Tabel berikut bukan peringkat terbaik sampai terburuk. Gunakan sebagai panduan awal untuk melihat destinasi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan perjalanan perusahaan.

Destinasi

Lebih cocok ketika…

Karakter perjalanan

Hal yang perlu diperhatikan

Singapore

Waktu terbatas, ada meeting, ingin program perkotaan yang ringkas

Urban, terstruktur, kuat untuk business event

Hotel, ketersediaan kamar, budget akomodasi, aturan masuk

Bangkok

Fokus reward, kuliner, hiburan, dan pengalaman kota

Dinamis, sosial, banyak pilihan aktivitas

Kemacetan, perpindahan rombongan, administrasi masuk

Kuala Lumpur

Ingin perjalanan regional yang fleksibel dan mudah dipadukan dengan meeting

Urban, modern, mudah dikombinasikan

Lokasi hotel, airport transfer, jarak antarkegiatan

Ho Chi Minh City

Ingin city trip dengan kuliner, budaya, dan kegiatan sosial

Enerjik, padat, urban

Lalu lintas dan pengaturan pergerakan grup

Da Nang

Ingin suasana resort, leisure, team experience, atau MICE

Pantai, resort, ritme lebih santai

Rute penerbangan, musim, perpindahan antararea

Singapore: untuk Trip Singkat dengan Agenda yang Terstruktur

Singapore menarik untuk perusahaan yang ingin membuat perjalanan singkat tanpa terlalu banyak perpindahan antarkota.

Pilihan hotel, venue, restoran, atraksi, dan fasilitas bisnis terkonsentrasi dalam satu kota sehingga program meeting dan leisure lebih mudah dipadukan.

Singapore juga memiliki ekosistem yang kuat untuk perjalanan MICE dan incentive group, dengan berbagai pilihan aktivitas, dining experience, dan fasilitas bisnis untuk rombongan internasional.

[EXTERNAL LINK — Singapore Tourism Board / MICE]

Dari Jakarta, tersedia penerbangan nonstop ke Singapore. Jadwal dan ketersediaan kursi tetap perlu diperiksa sesuai tanggal perjalanan, terutama jika perusahaan membawa rombongan dalam jumlah besar.

Singapore bisa dipertimbangkan ketika:

  • perjalanan hanya berlangsung 3D2N atau 4D3N;
  • perusahaan membutuhkan meeting sekaligus leisure;
  • peserta terdiri dari management atau tim regional;
  • ingin mengurangi terlalu banyak perjalanan darat;
  • agenda lebih mengutamakan city experience dibanding resort.

Hal yang perlu diperhatikan

Singapore belum tentu menjadi pilihan dengan biaya paling rendah.

Akomodasi, meeting room, serta standar hotel yang dipilih dapat mengubah total budget secara signifikan.

Untuk rombongan perusahaan, ketersediaan kamar juga perlu diperiksa sejak awal. Hotel yang masih tersedia untuk wisatawan individual belum tentu mempunyai room block yang cukup untuk satu grup besar.

Dari sisi administrasi, perusahaan juga perlu memeriksa dokumen perjalanan, persyaratan masuk, dan arrival declaration berdasarkan paspor masing-masing peserta.

Bangkok: untuk Reward Trip dengan Banyak Pilihan Aktivitas

Bangkok menawarkan karakter perjalanan yang berbeda.

Kota ini memberi banyak pilihan untuk menggabungkan kuliner, shopping, cultural experience, kegiatan kelompok, dinner, dan hiburan dalam satu perjalanan.

Thailand juga memiliki ekosistem khusus untuk meeting dan incentive travel melalui Thailand Convention and Exhibition Bureau.

Dari Jakarta tersedia penerbangan langsung ke Bangkok, sehingga kota ini bisa dipertimbangkan untuk perjalanan perusahaan yang tidak membutuhkan durasi terlalu panjang.

Bangkok bisa dipertimbangkan ketika:

  • tujuan utamanya reward atau celebration;
  • peserta menyukai city experience;
  • perusahaan ingin banyak pilihan aktivitas;
  • kuliner dan social time menjadi bagian penting perjalanan;
  • agenda tidak terlalu formal.

Hal yang perlu diperhatikan

Bangkok bisa terasa melelahkan kalau itinerary berpindah terlalu banyak.

Saat membawa rombongan, jangan hanya menghitung waktu tempuh berdasarkan peta.

Perhitungkan juga waktu peserta berkumpul, naik kendaraan, turun, berjalan, makan, toilet break, hingga kemungkinan sebagian peserta terlambat kembali ke meeting point.

Ketentuan masuk Thailand juga perlu diperiksa mendekati tanggal keberangkatan karena aturan visa maupun dokumen kedatangan dapat berubah.

Untuk rombongan perusahaan, detail administratif seperti arrival card juga perlu dimasukkan ke timeline persiapan sejak awal, bukan baru disampaikan sehari sebelum berangkat.

Kuala Lumpur: Fleksibel untuk Meeting dan Company Trip Regional

Kuala Lumpur bisa dipertimbangkan untuk perusahaan yang ingin perjalanan internasional dengan format yang cukup fleksibel: meeting, city experience, dinner, dan beberapa kegiatan tim.

Malaysia memiliki ekosistem business event dan incentive travel melalui Malaysia Convention & Exhibition Bureau, termasuk dukungan untuk itinerary, pengalaman lokal, team building, dan kegiatan perusahaan.

Konektivitas Jakarta–Kuala Lumpur juga cukup kuat, dengan beberapa pilihan penerbangan langsung pada berbagai jam.

Untuk rombongan, pilihan jadwal seperti ini dapat membantu ketika seluruh peserta tidak harus berada pada satu penerbangan yang sama.

Kuala Lumpur bisa dipertimbangkan ketika:

  • perjalanan berlangsung singkat;
  • ada kebutuhan meeting atau corporate dinner;
  • peserta ingin city experience tanpa jadwal terlalu padat;
  • perusahaan ingin memadukan business dan leisure;
  • hotel akan menjadi pusat kegiatan utama.

Hal yang perlu diperhatikan

Pemilihan hotel sangat memengaruhi alur perjalanan.

Hotel yang jauh dari agenda utama bisa membuat peserta lebih banyak menghabiskan waktu di kendaraan.

Untuk perjalanan singkat, sebaiknya sebagian besar aktivitas dipusatkan dalam area yang tidak terlalu tersebar.

Perusahaan juga perlu memeriksa ketentuan visa serta digital arrival requirement berdasarkan kewarganegaraan peserta menjelang keberangkatan.

Vietnam: Jangan Langsung Memilih Negara, Pilih Kotanya

Vietnam sebaiknya tidak diperlakukan sebagai satu destinasi dengan karakter yang sama.

Untuk company trip, Ho Chi Minh City dan Da Nang menawarkan pengalaman yang cukup berbeda.

Ho Chi Minh City

Ho Chi Minh City lebih cocok untuk rombongan yang ingin pengalaman kota: kuliner, sightseeing, aktivitas malam, dan agenda yang bisa dipadukan dengan meeting.

Kota ini juga memiliki pilihan hotel, venue, restoran, dan fasilitas bisnis yang mendukung corporate maupun MICE travel.

Penerbangan dari Jakarta ke Ho Chi Minh City tersedia pada periode tertentu. Namun untuk rombongan perusahaan, jadwal dan inventori kursi tetap perlu diperiksa berdasarkan tanggal perjalanan.

Da Nang

Da Nang mempunyai karakter yang lebih berorientasi pada resort dan leisure.

Kota ini bisa dipertimbangkan ketika perusahaan ingin menggabungkan:

  • team bonding;
  • pantai;
  • resort;
  • kegiatan kelompok;
  • dinner;
  • atau meeting dengan suasana yang lebih santai.

Da Nang juga aktif mengembangkan pasar MICE dan perjalanan kelompok perusahaan.

Ho Chi Minh City atau Da Nang?

Pilih Ho Chi Minh City jika perusahaan lebih menginginkan:

city experience, kuliner, budaya, aktivitas malam, dan meeting.

Pilih Da Nang jika lebih mengutamakan:

resort, pantai, kegiatan kelompok, dan ritme perjalanan yang lebih santai.

Untuk urusan visa dan ketentuan masuk, jangan hanya melihat kewarganegaraan mayoritas peserta. Periksa kebutuhan berdasarkan paspor masing-masing orang.

3D2N, 4D3N, atau 5D4N?

Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua company trip.

Yang lebih penting adalah menghitung berapa banyak waktu yang benar-benar tersedia setelah perjalanan pergi dan pulang.

3D2N

Durasi ini bisa dipertimbangkan untuk:

  • Singapore;
  • Kuala Lumpur;
  • Bangkok dengan itinerary ringkas;
  • satu kota saja;
  • reward trip dengan program sederhana.

Hari pertama dan terakhir biasanya sebagian terpakai untuk penerbangan, airport transfer, check-in, atau check-out.

Karena itu, jangan menganggap 3D2N berarti tiga hari penuh kegiatan.

4D3N

Durasi ini memberi ruang lebih luas untuk menyusun perjalanan regional.

Contoh alurnya:

Hari 1 — Arrival + dinner Hari 2 — Main company activity Hari 3 — Leisure / meeting / team experience Hari 4 — Departure

Perusahaan mendapat satu hari program utama dan satu hari tambahan untuk kegiatan tanpa harus memenuhi setiap jam dengan agenda.

5D4N

Durasi ini bisa dipertimbangkan jika ada:

  • meeting;
  • management retreat;
  • perpaduan kegiatan perusahaan dan leisure;
  • perjalanan ke area kedua;
  • peserta membutuhkan ritme perjalanan yang lebih santai.

Tambahan satu hari sebaiknya digunakan untuk memperbaiki kualitas perjalanan, bukan sekadar menambah jumlah tempat yang dikunjungi.

Cara Merencanakan Company Trip Internasional: 6 Tahap yang Perlu Dicek

Tahapan merencanakan Company Trip Internasional
6 Tahap sederhana yang perlu dipikirkan ketika merencanakan COmpany Trip Internasional

Daripada langsung membuat itinerary, pecah perencanaan perjalanan menjadi enam tahap.

1. PILIH — Tentukan Tujuan dan Destinasi

Mulai dari:

  • tujuan perjalanan;
  • jumlah peserta;
  • durasi;
  • budget;
  • karakter kegiatan;
  • kebutuhan meeting.

Setelah itu baru bandingkan kota.

2. TERBANG — Periksa Penerbangan sebagai Grup

Untuk perjalanan pribadi, cukup memastikan tiket tersedia.

Untuk rombongan 50 orang, pertanyaannya berbeda:

Apakah tersedia 50 kursi pada penerbangan yang sama?

Jika tidak, peserta mungkin perlu dibagi ke beberapa penerbangan.

Hal ini akan memengaruhi:

  • airport transfer;
  • check-in hotel;
  • jadwal makan;
  • tour leader;
  • waktu dimulainya kegiatan.

Nama pada tiket juga harus mengikuti dokumen perjalanan peserta.

Karena itu, data paspor sebaiknya mulai dikumpulkan sebelum proses booking final.

3. MENGINAP — Susun Pembagian Kamar Sejak Awal

Jangan berhenti pada pertanyaan:

“Butuh berapa kamar?”

Perusahaan juga perlu menentukan:

  • twin atau single;
  • siapa berbagi kamar;
  • apakah management mendapat kamar terpisah;
  • kebutuhan early check-in;
  • peserta yang datang pada waktu berbeda;
  • permintaan kamar khusus.

Daftar pembagian ini biasa disebut rooming list.

Semakin besar rombongan, semakin penting rooming list dibuat dengan rapi sejak awal.

4. BERGERAK — Hitung Perjalanan di Dalam Kota

Bus atau coach bukan hanya soal jumlah kursi.

Perhatikan juga:

  • luggage;
  • lokasi hotel;
  • akses drop-off;
  • parking;
  • jam sibuk;
  • jumlah tempat yang dikunjungi;
  • waktu peserta berkumpul.

Untuk rombongan besar, tiga lokasi yang saling berdekatan bisa memberi pengalaman yang lebih nyaman dibanding lima lokasi yang tersebar jauh.

5. BERAKTIVITAS — Sisakan Ruang dalam Jadwal

Company trip tidak harus menjadi lomba mengunjungi tempat sebanyak mungkin.

Sisakan waktu untuk:

  • makan tanpa terburu-buru;
  • beristirahat;
  • belanja atau free time;
  • berbincang;
  • kegiatan informal.

Kalau tujuannya team bonding, interaksi antarpeserta sering justru terjadi ketika mereka memiliki cukup ruang untuk menikmati perjalanan bersama.

6. ANTISIPASI — Siapkan Administrasi dan Rencana Darurat

Sebelum berangkat, pastikan perusahaan mempunyai:

  • data paspor;
  • kewarganegaraan peserta;
  • informasi aturan masuk;
  • travel insurance;
  • emergency contact;
  • kebutuhan kesehatan atau mobilitas;
  • nomor penanggung jawab perjalanan;
  • salinan itinerary;
  • kontak transportasi dan hotel;
  • skenario jika penerbangan terlambat atau berubah.

Untuk tim dengan kewarganegaraan berbeda, jangan menggunakan satu aturan visa untuk seluruh peserta.

Satu perusahaan belum tentu berarti seluruh peserta memiliki persyaratan perjalanan yang sama.

Checklist sederhana untuk persiapan perjalanan perusahaan ke luar negeri
Referensi checklist paling sederhana apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum merencanakan trip perusahaan ke luar negeri.

Checklist Lengkap Sebelum Menyusun Proposal Company Trip Untuk Vendor

Agar tidak ribet sangat wajar jika kita menghubungi vendor atau agen travel untuk membantu perusahaan membuat rencana perjalanan.

Namun, lebih baik sebelum menghubungi agen travel atau vendor, siapkan informasi berikut untuk menyusun proposal pendahuluan agar komunikasi bisa lebih lancar.

Field

Informasi yang Dibutuhkan

Company

Nama perusahaan

Kota keberangkatan

Jakarta / lainnya

Jumlah peserta

Estimasi pax

Kewarganegaraan

Terutama jika peserta campuran

Periode perjalanan

Tanggal atau rentang tanggal

Durasi

3D2N / 4D3N / lainnya

Tujuan perjalanan

Reward / bonding / retreat / meeting

Destinasi

Sudah ada / masih terbuka

Budget range

Total atau per pax

Flight

Perlu ditangani / tidak

Hotel

Kelas atau preferensi

Rooming

Twin / single / campuran

Meeting

Ya / tidak

Main activity

Jika sudah ada

Dietary

Halal / vegetarian / alergi / lainnya

Accessibility

Mobilitas atau kebutuhan khusus

Insurance

Perlu / sudah tersedia

Visa

Guidance / assistance on demand

Free time

Ada / tidak

Documentation

Photo / video bila diperlukan

Procurement

PO, billing, approval requirement

Kalau destinasi belum dipilih, tidak masalah.

Tuliskan saja:

“Open to destination recommendation.”

Travel planner kemudian bisa membandingkan beberapa opsi berdasarkan tujuan, jumlah peserta, waktu, dan budget perusahaan.

Apa yang Berubah Saat Jumlah Peserta Makin Besar?

Kerumitan company trip tidak selalu bertambah secara bertahap.

Perubahan dari 25 menjadi 30 peserta mungkin tidak mengubah banyak hal.

Namun perubahan dari 45 menjadi 55 orang bisa membuat beberapa kebutuhan ikut berubah.

Misalnya:

  • satu bus tidak lagi cukup;
  • peserta perlu dibagi ketika makan;
  • hotel membutuhkan room block lebih besar;
  • perlu tambahan tour leader;
  • seat inventory penerbangan semakin terbatas;
  • aktivitas perlu dibagi menjadi beberapa kelompok.

Karena itu, jangan hanya menanyakan:

“Berapa harga per orang?”

Tanyakan juga:

“Pada jumlah peserta berapa kebutuhan operasionalnya berubah?”

Pertanyaan ini berguna ketika perusahaan belum mempunyai jumlah peserta final.

Kapan Perlu Melihat Destinasi di Luar ASEAN?

ASEAN bukan satu-satunya pilihan untuk company trip.

Jepang, Korea, atau Eropa bisa dipertimbangkan ketika:

  • perjalanan memang ditujukan sebagai premium reward;
  • perusahaan mempunyai durasi lebih panjang;
  • peserta siap dengan perjalanan jarak jauh;
  • ada kebutuhan bisnis tertentu;
  • budget dan administrasi sudah dipersiapkan.

Namun jangan memilih destinasi long-haul hanya agar perjalanan terlihat lebih premium.

Durasi penerbangan, perbedaan waktu, visa, transportasi, serta biaya akomodasi akan memengaruhi pengalaman peserta.

Untuk perjalanan singkat, destinasi yang lebih dekat bisa memberi lebih banyak waktu untuk kegiatan dibanding waktu yang dihabiskan dalam perjalanan.

Kesalahan yang Sering Terjadi pada Company Trip Luar Negeri Pertama

Memilih negara hanya karena tiket sedang murah

Harga tiket hanya satu komponen.

Total perjalanan juga dipengaruhi hotel, transportasi, makan, aktivitas, dan kebutuhan acara.

Terlalu banyak kota

Trip empat hari tidak perlu berubah menjadi perjalanan beberapa kota sekaligus.

Semakin banyak perpindahan, semakin banyak waktu yang digunakan untuk check-out, transportasi, loading barang, dan menunggu peserta.

Mengumpulkan data paspor terlalu terlambat

Nama pada tiket, kewarganegaraan, masa berlaku paspor, dan kebutuhan masuk sebaiknya diketahui sebelum booking final.

Mengabaikan rooming list

Pembagian kamar sering terlihat sederhana sampai mendekati hari check-in.

Buat rooming list lebih awal dan tentukan siapa yang berwenang mengubahnya.

Menganggap seluruh peserta mempunyai kebutuhan yang sama

Dalam satu grup bisa ada dietary requirement, peserta senior, kebutuhan mobilitas, atau kewarganegaraan yang berbeda.

Tidak menentukan aturan free time

Untuk rombongan perusahaan, sebaiknya jelas:

  • kapan peserta memiliki waktu bebas;
  • kapan harus kembali;
  • meeting point;
  • siapa yang dihubungi;
  • apa yang dilakukan jika peserta terlambat.

Memaksakan semua peserta mengikuti setiap kegiatan

Untuk kelompok tertentu, memberi pilihan aktivitas bisa membuat perjalanan lebih nyaman.

Program tidak selalu harus berjalan dalam satu format untuk seluruh peserta sepanjang hari.

FAQ

Apa bedanya company trip dan incentive trip?

Company trip adalah istilah yang lebih luas untuk perjalanan perusahaan.

Incentive trip biasanya digunakan sebagai bentuk penghargaan atau reward atas pencapaian tertentu.

Kegiatan keduanya bisa terlihat mirip, tetapi tujuan perusahaan di balik perjalanan dapat berbeda.

Negara ASEAN mana yang cocok untuk company trip?

Tidak ada satu negara yang cocok untuk semua tim.

Singapore bisa dipertimbangkan untuk perjalanan kota yang ringkas dan agenda meeting. Bangkok menawarkan banyak pilihan kuliner dan kegiatan sosial. Kuala Lumpur fleksibel untuk meeting dan leisure. Untuk Vietnam, Ho Chi Minh City lebih berorientasi pada city experience, sedangkan Da Nang menawarkan karakter resort dan kegiatan kelompok.

Berapa hari yang ideal untuk company trip ASEAN?

Untuk satu kota, 3D2N bisa digunakan untuk program sederhana.

4D3N memberi ruang lebih banyak untuk satu hari program utama dan satu hari tambahan untuk leisure, meeting, atau team activity.

5D4N bisa dipertimbangkan jika program lebih kompleks atau perusahaan ingin ritme perjalanan yang lebih santai.

Apakah seluruh peserta harus berada di penerbangan yang sama?

Tidak selalu.

Untuk grup besar, ketersediaan kursi bisa membuat peserta perlu dibagi ke beberapa penerbangan.

Jika ini terjadi, airport transfer dan jadwal kedatangan perlu disusun dalam beberapa gelombang.

Apa saja data peserta yang perlu dikumpulkan?

Minimal siapkan:

  • nama sesuai paspor;
  • nomor dan masa berlaku paspor;
  • kewarganegaraan;
  • tanggal lahir jika dibutuhkan untuk booking;
  • kebutuhan kamar;
  • dietary requirement;
  • emergency contact;
  • kebutuhan mobilitas atau accessibility.

Apakah peserta Indonesia bebas visa ke semua negara ASEAN?

Jangan menggunakan asumsi tersebut sebagai aturan umum.

Setiap negara mempunyai kebijakan masuk sendiri dan aturannya dapat berubah. Selain itu, satu perusahaan bisa memiliki karyawan dengan kewarganegaraan berbeda.

Selalu periksa ketentuan resmi berdasarkan paspor masing-masing peserta menjelang perjalanan.

Apakah travel insurance perlu untuk company trip?

Travel insurance dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pengelolaan risiko perjalanan.

Periksa cakupan polis sesuai destinasi, kegiatan, durasi perjalanan, dan kebutuhan peserta.

ConsciousTravel dapat membantu menyediakan opsi melalui partner insurance jika dibutuhkan.

INTERNATIONAL COMPANY TRIP

Sudah Punya Rencana Company Trip ke Luar Negeri?

Tim ConsciousTravel dapat membantu membandingkan pilihan destinasi dan menyusun konsep perjalanan sesuai kebutuhan perusahaan.

Diskusikan Rencana Company Trip
Foto Conscious Team

Tentang penulis

Conscious Team

Tim Editorial

Tim editorial ConsciousTravel yang membagikan inspirasi, panduan, dan cerita tentang perjalanan yang lebih bermakna.

Dari inspirasi ke perjalanan

Mari rancang perjalanan yang relevan untuk Anda

Diskusikan tujuan, peserta, waktu, dan pengalaman yang ingin dibangun bersama tim ConsciousTravel.

Kirim inquiry